
Kekurangan oksigen, gas beracun, dan atmosfer mudah meledak sering kali sudah ada sebelum masuk — dan dapat berubah selama pekerjaan berlangsung.
Webinar gratis ini, Detection of Hazardous Gases in Hazardous and Confined Space Areas, berfokus pada hal yang benar-benar melindungi pekerja:
- Pengujian gas yang tepat sebelum masuk
- Pemantauan atmosfer secara kontinu
- Menghindari kesalahan fatal yang paling umum
- Memenuhi persyaratan regulasi dengan percaya diri
JELAS | PRAKTIS | BERBASIS APLIKASI LAPANGAN








- Persyaratan regulasi untuk confined space entry
- Kesalahan mematikan yang paling sering terjadi di ruang terbatas
- Mengapa pengujian gas sebelum masuk saja tidak cukup
- Best practices pemantauan kontinu
- Standar internasional untuk keselamatan atmosfer
Jika Anda adalah HSE Manager, Safety Officer, Maintenance Supervisor, Contractor, atau Operator Industri dan pekerjaan di ruang terbatas merupakan bagian dari operasional Anda, sesi ini dirancang untuk Anda.

Rajamohan adalah spesialis regional di GFG Asia Pacific dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang teknologi deteksi gas. Ia berfokus pada manajemen produk teknis dan penerapan solusi deteksi gas yang andal untuk meningkatkan keselamatan kerja di berbagai lingkungan industri.

Muhammad Fertiaz menjabat sebagai Subkoordinator Riksa Norma Ergonomi Lingkungan Kerja, Bahan Berbahaya, dan Kesehatan Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Ia mendukung pengembangan dan pengawasan standar keselamatan kerja di berbagai sektor industri.
HAS Environmental bekerja pada persimpangan industri, regulasi, dan teknologi. Peran kami bukan menciptakan alarm, tetapi memastikan industri memiliki data yang akurat, strategi pemantauan yang andal, serta alat yang dibutuhkan untuk bertindak lebih awal.
Kami mendukung industri dan institusi di Indonesia dengan solusi pemantauan, keahlian teknis, dan pelatihan agar mereka dapat melindungi pekerja, memenuhi regulasi, dan menjaga lingkungan.
Dengan visi “Protect What Matters,” HAS membantu organisasi beralih dari tindakan reaktif menuju manajemen industri dan lingkungan yang proaktif.





